Buat Esdaniar

00.54 Titi Setiyoningsih 2 Comments



Peringatan: Hanya karena saya belum menulis kisah tentang sahabat-sahabatku yang lain bukan berarti mereka tidak istimewa. Hanya saja waktu menerima surat kejutan dari salah satu sahabatku ini, mendadak ingin menulis sedikit tentangnya sebagai ucapan terima kasih.

Banjarnegara, 6 Juni 2017
Aku lagi leyeh-leyeh baca buku sambil nunggu adzan Dzuhur. Mamak masuk rumah sambil manggil, “Ini ada paket. Apa sih?”
“Oh, transkrip nilai dari Solo.”
“Surat kok berat banget gini,” komentar Mamak.
Aku juga heran, harusnya tidak seberat ini. Aku buka, memang isinya transkrip nilai dan legalisasinya, tapi ada hal lain. Aku rogoh isi amplop, rupanya dua coklat Silver Queen dan sepucuk surat. Jujur aku terharu, sejauh ingatanku ini kali pertama aku dapat paketan yang isinya bukan sekadar dokumen resmi. Mamak sempat curiga, itu kok ada cokelat sama surat warna-warni? Aku ketawa, ini dari temen cewek satu kos.
Namanya Esdaniar Khoirunisa. Kami bertemu di suatu sore bulan Agustus 2011, pada waktu Ramadhan. Ada beberapa orang yang memiliki kesan tak nyaman ketika pertama kali berjumpa denganku. Begitu pun dia. Tapi sejauh pengalamanku, beberapa orang yang awalnya tak menyukaiku justru merupakan calon salah satu sahabat baikku. Begitu pun dia. Sore itu aku tanpa segan masuk ke kamarnya, kebetulan dia satu-satunya penghuni kos baru yang menampakkan diri. Kami berkenalan. Di kemudian hari aku membaca surat dari Esdaniar yang isinya begini:
“Waktu itu bulan puasa. Kos masih sendu karena aku pertama kalinya jauh dari orang tua. Aku ingat Titi buka kamarku tiba-tiba, dan lihat koper besarku ngeblak berserakan dan dia bilang ‘Kamu baru pindahan?’ lalu aku bilang dalam hati ‘Kurang ajar nih orang! Buka-buka pintu kamarku tiba-tiba’”
Aku ketawa bacanya sekaligus haru.
Untukmu Esdaniar, momen terindah selama di kos Nefilla adalah ketika kita lembur tugas berdua di kamarku. Setelah itu kita sepakat tidur sebentar supaya bias bangun. Itulah salah satu momen yang akan membekas selamanya, Da. Masih ingat kan? Lalu waktu mulai menempa masing-masing dengan cara yang berbeda. Esdaniar selama S-1 sibuk dengan organisasinya, sedangkan aku sibuk melalang buana sampai kadang lupa jalan pulang kosan.
Kami sempat berpisah saat semester 5 hingga akhirnya kami sama-sama lanjut studi, waktu itu aku memutuskan untuk pindah kos. Kami berkomunikasi ala kadarnya. Tak disangka muncul kembali kesempatan untuk satu kos lagi, yakni di kos Bu Yoto. Rumah ini memberikan banyak cara kepada para penghuninya untuk merasa seperti keluarga. Esdaniar tetap menjadi kawan diskusi dalam hal buku, musik, kadang film, politik, semua nyambung deh. Kami berbeda dalam selera musik, dia suka lagu-lagu lawas, band-band asal London yang jarang didengar di telingaku. Sedangkan aku penggemar Coldplay, Taylor Swift, dan jenis musik lain yang kurang dia minati. Terlihat kan, begitu unik dan original Esdaniar. Tapi ada dua lagu yang sering kami nyanyikan bersama yakni, “Thinking of You” (Katty Pery) dan “They Long to Be Close to You” (The Carpenter). Kadang kami sahut-sahutan liriknya, terutama Thingking of You, dari S-1 sampai sekarang masih aja jadi Plylist kalau karaoke bareng.
Kalau habis nonton film, biasanya kita juga nyanyiin soundtracknya. Bahas filmnya sampai niat dia cari artikel tentang film itu dari para ahli. Kalau buku, wah, dia hobi membaca juga. Biasanya kami saling menambah informasi, pemahaman, dan membicarakan hal-hal di sekitarnya. Dan dia selalu punya sudut pandang yang unik, original, antimainstream pokoknya. Kalau kalian bertemu dan ngobrol dengan Esdaniar, pasti bakal tahu sendiri betapa sudut pandangnya sangat berbeda dari orang kebanyakan.
Dari Esdaniar aku belajar pola makan sehat juga cara merawat wajah dengan bahan alami seperti tomat, timun, lidah buaya, teh bekas, dan semacamnya. Obrolan kami juga ada kalanya membahas selulit dan cara-cara untuk menghilangkannya, lalu teknik olahraga dia yang tak kalah unik. Dia suka beli majalah dan koran bekas berbahasa inggris buat belajar. Tidak bakal habis deh kalau ngomong soal keaslian, kalau boleh ku bilang “originalitas” seorang Esdaniar.
Momen terakhir yang nggak mungkin aku lupa adalah kesediaanmu untuk jadi pendamping wisudaku. Keluargaku sudah tak seheboh waktu wisuda S-1. Bahkan mereka memutuskan langsung pulang setelah upacara wisuda, apalagi waktu itu Mamak sedang sakit. Akhirnya ku telepon kamu untuk menemaniku. Aku tidak bisa membayangkan apa jadinya aku tanpamu kala itu. Mungkin selesai wisuda aku langsung pulang ke kos. Terima kasih juga udah repot beliin obat sakit gigi padahal kamu lagi lemes karena puasa. Terima kasih tak terkira, Da. Sungguh beruntung laki-laki yang menjadi suamimu kelak. Ya begitulah, nggak bakal abis kalau sebutin kebaikan dia satu-satu.
Oke dari tadi kok muji terus, pasti ada luputnya dong. Jelas ada, salah satunya kalau mandi suka luuuuaaaammmaaa banget sampai kadang aku gedor buat tanya, “Masih lama nggak, Da? Aku ambil sabunku dulu gimana? Aku mau mandi di kamar mandi depan.” Hahahahaha, aku tahu dia bete, tapi bodo amaatt daripada telat, hahaha sorry Da.
Pada akhirnya, pertahankan sahabat yang selalu mengingatkanmu untuk tetap dekat kepada-Nya. Terima kasih, Da, selama ini secara tidak langsung jadi partner saling mengingatkan. Denganmu aku selalu merasa ingin terus berlomba dalam hal kebaikan. Doaku, semoga kamu dinikahkan dengan dia, dijaga pernikahanmu, dimudahkan memperoleh rezekimu, termasuk anak-anakmu. Katanya salah satu doa orang yang diijabah adalah doa orang yang berpuasa dari fajar hingga petang, aku berdoa untuk kebahagian dunia akhiratmu, Da. Dijaga terus salatmu, tahajudmu, tadarusmu, sedekahmu, dan puasamu. Allah yang akan membalas semua kebaikanmu padaku selama ini. Semoga silaturahmi kita tetap terjalin sampai kapan pun. Aamiin.
Ketika pertukaran pelajar ke Jepang, dia memberiku oleh-oleh berupa novel karya pengarang Jepang favoritku versi bahasa Inggris, lalu ada buku cerita anak-anak versi Inggris-Jepang, dan tentu saja beberapa daun maple. Sedangkan untuk beberapa buku dan surat pemberiannya yang lain  belum sempat saya foto.

p.s. : Sampai ketemu di Solo tanggal 8-9 Juli nanti. Insya Allah.

You Might Also Like

2 komentar:

  1. Sweet kali kln dua.... Senyum2 bacanya.. Hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahah romantisme dua perempuan. Ah, sekarang udah jadi Bu Dosen aja. :)

      Hapus