Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan

Pengalaman Lolos Tes CPNS


Alhamdulillah SK CPNS 2018 turun minggu lalu. Untuk pertama kalinya pada tahun 2018 aku ikut tes CPNS Formasi Dosen Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Ku lihat di pengumuman CPNS Ristekdikti, ada 2 lowongan dosen (jabatan Asisten Ahli) untuk lulusan S-2 Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Akhirnya setelah banyak pertimbangan dan dukungan dari berbagai pihak, aku mendaftar formasi dosen UNS itu. Nah, kali ini aku ingin berbagi pengalamanku saat mengikuti tes CPNS 2018.

1. Tata Niat
    Apa sih tujuan kamu ikut CPNS? Ini adalah pertanyaan yang harus kamu jawab ketika akan mendaftar. Jangan sampai di tengah jalan nanti kamu menyesal atau goyah karena belum meluruskan niat. Tentu setiap orang memiliki alasan yang berbeda. Ada yang mendaftar CPNS antara lain karena perintah orang tua, demi mertua, supaya lamarannya diterima sang pujaan hati, pensiunan di hari tua, atau iseng-iseng karena lama menganggur, putus asa dengan cita-citanya yang idealis, ingin kaya raya (padahal kalau kepengin kaya ya jadi pengusaha!) atau karena sekadar ingin mendapat title PNS. Apa pun niatmu, itu akan memengaruhi jalan hidupmu nanti selama menjadi PNS.
     Aku sendiri awalnya tidak kepikiran mendaftar CPNS 2018. Waktu itu yang ada di otakku setelah menikah aku akan resign dari kampus di Surabaya, lalu pindah ke Solo ikut suami, dan jadi ibu rumah tangga atau lanjut studi S-3. Eh lha kok, pagi-pagi orang tua menelepon dan memintaku mendaftar tes CPNS di Solo siapa tahu UNS ada lowongan dosen. Pas banget memang ku lihat di daftar kampus area Solo ada formasi dosen Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNS. Aku "iya" kan saja permintaan orang tua waktu itu.
    Aslinya aku galau berhari-hari, aku tidak mau niatku mendaftar CPNS hanya karena orang tua. Harus ada niat yang bena-benar menjadi dasar untukku bekerja nanti. Dunia pekerjaan bagiku sepertia dunia persilatan. Akan ada banyak tantangan, tanggung jawab, dan kesiapan yang menguras pikiran, fisik, maupun mental. Apalagi ini CPNS, kontraknya tidak hanya terikat dengan instansi tapi juga negara.
     Setelah salat meminta petunjuk berkali-kali, berdiskusi sana-sini, akhirnya aku mantap mendaftar CPNS. Ku niatkan ini menjadi salah satu pengabdianku dan jalan ibadahku sebagai hamba kepada Allah, sebagai anak kepada orang tua, sebagai warga terhadap negara. Ku niatkan ini sebagai ibadahku menyebarkan ilmu serta melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Tentunya aku sudah meminta restu calon suamiku dan beliau sangat mendukung keputusanku mengingat sifatku tak akan betah kalau hanya berdiam di rumah. Niat itu ku tanam dalam-dalam, supaya apa pun hasilnya nanti itu adalah yang terbaik.
    Setelah mendapat ridho dari orang tua, saatnya niatku itu ku sampaikan pada Allah. Biarkan Allah yang menilai ketulusan niat kita. Intinya kalau Allah ridho, maka segala rintangan ada Allah yang akan menolong kita. Tapi kalau dari awal kita ini ngotot dan ngeyel kepengin diterima, takutnya kalau diterima nanti Yang Maha Kuasa tidak menolong kita karena sejak awal tidak ridho.
   Jangan berdoa supaya diterima, tapi mintalah ridho-Nya dan berdoa untuk hasil yang terbaik menurut-Nya (entah diterima entah tidak, itu yang terbaik untuk kita). Kalau sudah demikian, insyaallah apa pun tantanganmu nanti akan ada yang selalu menolongmu. Jadi, pondasi awal sebelum mendaftar adalah NIAT. Kenapa sih kamu kepingin daftar CPNS?

2. Mendaftar dan Siapkan Berkas Administrasi Pendaftaran
    Sistem sekarang serba online, jangan takut untuk bertanya pada orang di sekitarmu kalau bingung. Ikuti petunjuk pendaftaran yang tertera di pengumuman. Buka laman https://sscn.bkn.go.id/ di situ informasi sudah lengkap. Nah, biar selalu update info, coba juga follow akun twitter-nya BKN. Di situ info terbaru seputar CPNS lebih cepat disiarkan.
   Sesudah mendaftarkan dirimu di akun sscn.bkn.go.id, sekarang saatnya mengumpulkan berkas untuk seleksi administrasi. Ingat ya! Kita berhadapan dengan sistem, jadi sebisa mungkin berkas yang kamu unggah dan kirim nanti sesuai dengan persyaratan. Misalnya, di situ tertera wajib melampirkan  fotokopi ijazah terakhir yang telah dilegalisir. Berarti kamu wajib mengumpulkan fotokopi ijazah yang dilegalisir, jangan mengirim fotokopi ijazah yang belum dilegalisir dengan harapan: "Ah paling mereka enggak bakal mengecek satu-satu!" atau "Yah mungkin ini kesalahan yang bisa ditoleransi, toh ini ijazahku beneran!" Duh, jangan pernah menggampangkan sistem!
   Ada banyak kasus gagal di seleksi administrasi karena kurang teliti atau menggampangkan. Ada beberapa orang yang sengaja mendaftar tidak sesuai formasi dengan harapan tim penyeleksi akan menoleransi. Tapi ternyata tidak, yang tidak sesuai sudah pasti gugur di seleksi berkas. Kalau pun ada yang berhasil lolos, itu akan menjadi masalah di seleksi akhir nanti. Saranku, patuhi segala aturan sistem yang ada dan teliti kembali berkas yang akan kamu kirim. Kalau sudah begitu, kita akan tenang menunggu pengumuman lolos seleksi administrasi.

3. Belajar
   Ada jeda waktu cukup lama (sekitar 1-2 bulan) untuk menunggu pengumuman lolos administrasi. Ku tanyakan ke beberapa orang yang mendaftar, beberapa di antara mereka baru akan belajar kalau sudah ada pengumuman lolos adminstrasi. Menurutku justru jangan begitu. Jeda waktu setelah pengumuman lolos adminitrasi dengan waktu tes komputer (CAT) nanti sangat mepet. Tidak akan ada cukup waktu untuk mempersiapkan diri. Manfaatkan setiap waktu, meskipun belum pengumuman lolos administasi sebaiknya sudah mulai belajar untuk tes komputer Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Jadi tahapan tes yang akan kamu lewati adalah:
    a. Seleksi Administrasi
   Ini berkaitan dengan berkas yang kamu kirimkan, sudahkah sesuai dengan yang diminta? Kalau seleksi ini lolos, maka berhak ikut tahap tes berikutnya yakni, SKD. Tapi kalau tidak lolos administrasi, maka otomatis peserta dinyatakan gugur dan tidak bisa ikut tahap selanjutnya.
    b. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
    Tes ini butuh persiapan matang. Kalau aku sendiri untuk persiapan SKD, aku belajar dari buku latihan soal CPNS. Buku-buku semacam itu banyak dijual di toko buku dengan berbagai variasi isi. Kalau aku akhirnya beli yang ini:

   Ku tanya temanku yang pernah tes CPNS, katanya isi buku itu memang sesuai dengan soal tes tahun lalu. Aku makin semangat belajar dari halaman pertama sampai halaman terakhir yang isinya UUD 1945. Ku coba simulasi tes komputer dari CD bonus beli buku itu. Harapannya aku tidak akan kaget dengan jenis soal dan tes pakai komputer nanti.
   Setelah giat belajar di sela waktu kerja selama sebulan lebih, eh dapat informasi kalau tes tahun 2018 berbeda dengan tes sebelumnya. Waktu itu dapat info dari kolom berita bahwa banyak yang gugur di SKD. Wah, wah, wah, kebanyakan gugur di Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Fenomena apa lagi ini? Aku cari informasi lebih jauh, ku buka youtube, google, dan laman berita. Ternyata kasusnya memang serupa, banyak yang gugur di TKP untuk Formasi Umum. Ini dia nilai ambang batas (passing grade) supaya lolos SKD.
   Formasi yang ku daftar kebetulan hanya ada formasi umum. Mau tidak mau kalau ingin lolos ke tahap SKB, aku harus lolos passing grade yaitu TKP 143, TIU 80, dan TWK 75. Beberapa pengalaman temanku yang beberapa hari sebelumnya sudah tes SKD mereka tidak lolos nilai TKP. Ada yang nilainya 142, kurang 1 poin lagi padahal, tetap terhitung tidak lolos SKD. Aku tambah deg-deg-an, apalagi soal TKP tahun 2018 tidak bisa ditebak. Katanya pilihan jawabannya itu sulit dibedakan. Rasanya waktu itu sia-sia aku belajar dari buku setebal bantal itu. Tapi aku berusaha tetap optimis karena paling tidak aku sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk SKD.
  Ku buka google, youtube, dan beberapa tulisan orang tentang TKP. Dari sana aku dapat sedikit gambaran soal-soal TKP yang membuat peserta berguguran. Ku tanyakan pada teman-teman yang sudah SKD, dari mereka aku juga mendapat gambaran soal tes nanti. Sekali lagi paling tidak aku sudah berusaha dan berdoa semampuku. Masalah hasil itu sudah di luar kuasaku.
    (1) TWK (Tes Wawasan Kebangsaan): 35 soal, isinya tentang implementasi pemahaman terkait pancasila dan UUD 1995. Ada beberapa pasal UUD 1945 yang keluar. Waktu itu aku sudah menghapalkan isi UUD, ternyata yang keluar soal implementasi. Soalnya ternyata jauh lebih mudah, ku rasa kalau pun tidak belajar masih bisa mengerjakan karena ini kaitannya dengan pemahaman dan implementasi.
    (2) TIU (Tes Intelejensi Umum): 30 soal, isinya seperti hitungan deret sederhana, melengkapi gambar, tes bacaan dan ejaan, soal-soal untuk menilai kemampuan berpikir logis dan analitis. Seperti tes potensi akademik (TPA) itulah. Ini perlu dipelajari lagi untuk sekadar mengingat pola-pola soalnya.
    (3) TKP (Tes Karakteristik Pribadi): 35 soal, kurang lebih soal TKP untuk menilai karakter pribadi peserta yang berkaitan dengan pelayanan publik, sosial budaya, kemajuan teknologi (untuk tahu kita ini sebenarnya tipe orang yang update teknologi dan komunikasi, nggak sih?), kreativitas, inovasi, kemampuan bekerja mandiri dan kelompok. Intinya karakter kita ini harus sesuai dengan kriteria seorang PNS yang pada dasarnya mengabdi untuk negara. Ingat ya PNS itu pengabdi, bukan jabatan yang wow sampai-sampai ada berita seorang PNS menghina pembantu. Padahal aslinya kan sama-sama pengabdi, sama-sama bawahan, ya intinya pengabdi itu apa sih? Kalau mau yang tidak mengabdi ya justru jadilah pengusaha, bos perusahaan, atau wiraswasta.
    Selesai SKD, di komputer langsung ada hasil tes kita. Alhamdulillah malam itu aku lolos tes SKD. Kebetulan jadwal tes-ku dari habis ashar sampai habis magrib. Ternyata aku dapat informasi beberapa hari kemudian kalau pada sesi itu dari ratusan peserta hanya aku sendiri yang mencapai ambang batas. Pantas saja dua satpam di gedung itu heboh mengajakku foto setelah tahu aku lolos tes. Kata kedua satpam penjaga hotel tempat tes itu, sangat jarang berhasil yang lolos. Oalah, pantesan sepanjang jalan keluar gedung aku disalami para panitia tes. Aku bingung awalnya, oh ternyata karena ini. Aku merasa sangat bersyukur. Ini dia hasil tes SKD-ku.


   c. Seleksi Kompetensi Bidang
    Kalau sudah dinyatakan lolos SKD, tahap berikutnya yaitu SKB. Masing-masing Kementerian memiliki kebijakan sendiri terkait SKB. Kalau formasi dosen Ristekdikti, SKB ini ada beberapa tahapan dan dilaksanakan di kampus tempat kita mendaftar.
       (1) Tes Tulis: Mengerjakan 100 soal berkaitan dengan bidang kita, kalau aku tentu saja soal yang ku terima terkait bidang pendidikan, bahasa, dan sastra. 
      (2) Tes Mengajar (Microteaching): Selumnya sudah ku siapkan print out RPS, RPP, PPT, serta ku bawa laptop dan flashdisc untuk presentasi mengajar. Waktu itu aku mengajar di depan Kaprodi dan Sekprodi Pendidikan Bahasa Indonesia UNS.
      (3) Wawancara: Sesi wawancara ini kita akan berhadapan langsung dengan petinggi Fakultas, yakni Dekan dan jajarannya. Kita akan ditanyai seputar kemampuan kita, kelemahan kita, tri darma peguruan tinggi, prestasi yang pernah kita raih, pengalaman organisasi, serta kemampuan bahasa Inggris kita. Jadi ada sesi wawancara menggunakan bahasa Inggris. Untungnya aku sering menonton film berbahasa inggris, itu sangat membantu untuk sesi speaking. Yah, walaupun belibet, ruwet, macam kalau minion ngomong: "hablah, hablah, hablah." Paling tidak beliau-beliau mengerti omonganku.
    Katankalah ini hanya keberuntungan. Peserta yang akan diterima sesuai formasi ada 2, yang lolos SKD ada 3 peserta, dan yang datang ke SKB ternyata hanya 2 peserta (termasuk aku). Teman-teman dari prodi lain langsung menyebutku autoCPNS, karena jelas kami berdua tidak ada lagi saingan. Menurut informasi yang ku dapat, 1 peserta yang tidak datang itu terkendala karena sedang hamil tua. Fenomena ini benar-benar di luar kendaliku sebagai manusia. Hanya Allah yang maha penolong dan sebaik-baik pemberi pertolongan. Ini dia akumulasi hasil SKD dan SKB.

    d. Pemberkasan
   Ikuti semua proses pemberkasan dengan teliti dan telaten. Kemarin yang ku ingat ada KTP, SKCK, Ijazah, Akreditasi Prodi/Universitas, Pasfoto, Surat Sehat Jasmani, Rohani, dan Bebas Narkoba dari RSUD. Nanti ada lampirannya, kuncinya sama seperti seleksi administasi: teliti dan jangan menggampangkan. Ini kaitannya dengan turun atau tidaknya SK CPNS kita nanti.

4. Update Informasi
   Saranku, selama tes itu harus terus update informasi. Seperti kasusku yang ternyata format soal berbeda dengan tahun sebelumnya. Kalau tidak aktif mencari informasi, mana kita tahu soal macam apa yang akan kita hadapi bukan? Jangan pernah malu atau sungkan bertanya pada teman-teman atau orang yang lebih berpengalaman. Tidak ada ruginya bertanya. Hitung-hitung itu salah satu usaha kita.

5. Lakukan Berbagai Faktor X 
    Ini justru yang paling penting selama proses seleksi CPNS 2018. Lakukan berbagai faktor yang mendukung usaha dan doa kita. Seperti teman-temanku yang lolos, aku juga menyebutnya faktor X. Apa sih faktor X itu? Faktor X adalah hal-hal yang kita usahkan yang tidak ada kaitannya langsung dengan tes ini. Misalnya saja, awalnya salat sunah bolong-bolong jadi makin rutin. Perbanyak puasa, sedekah, tadarus Quran, menolong orang, tetap baik pada orang yang telah mendzalimi kita, menghindari dosa, mengurangi kegiatan analisa sosial (ghibah).
   Menyenangkan hati orang tua juga jalan paling ampuh menggapai rejeki. Misalnya membelikan barang-barang yang diinginkan mereka selama kita mampu, sesekali memberikan uang lebih banyak dari biasanya, pokoknya jangan pernah pelit sama orang tua selama kita mampu. Aku mendengar cerita orang-orang sukses, pasti terselip doa ibu dan bapak atas suksesnya mereka. Kalau yang sudah bersuami, berarti selalu menurut dan berbakti seratus persen kepada suami. Senangkan selalu hati suami, sabar, dan lakukan yang terbaik!
    Satu hal yang selalu ku ingat dari teman-teman liqo, bahwa pencapaian kita sekarang bisa jadi hasil dari doa orang lain, entah kita kenal entah tidak. Maka berbuat baiklah selalu dengan siapa pun. Jangan mentang-mentang kamu pinter, ganteng, cantik, body goal, kaya raya, punya posisi jabatan lebih tinggi, terus jadi sombong, semena-mena, dsb. Kita tidak pernah tahu doa siapa di antara mereka yang dijabah. Berbuat baiklah! Minimal ramah dan tersenyum. Meskipun mereka telah dzalim kepada kita, jangan pernah dendam. Ingat ya setan dikeluarkan dari surga hanya karena sifat sombong mereka yang merasa lebih baik dari Adam. Hanya karena sifat sombong, kawan-kawan. Jadi, kalau ada yang minta tolong, meskipun sepele, selama tidak melanggar syariat ya tolonglah. Tidak ada ruginya: karena tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan pula.

6. Hilangkan Sifat Iri dan Dengki, Semua Orang Telah Melewati Ujiannya Masing-masing
   Eh ini juga jangan lupa, bahwa setiap orang pasti memiliki ujiannya. Aku semakin paham bahwa pencapaian setiap orang pasti diiringi dengan banyak ujian dan cobaan. Misal kita pasti pernah berpikir, "Enak banget ya jadi Si A, bos media besar, bergelimang harta, bla bla bla!" Ya ampun, Si A bisa seperti itu pasti karena kerja keras, doa, usaha, dan sanggup diuji lebih dari kita. Semakin besar pencapaian seseorang berarti sudah banyak badai dan cobaan yang dia hadapai dan belum tentu kita sanggup melewati badai itu.
  Teman-temanku yang lolos CPNS juga cerita soal ujian yang harus mereka hadapi. Ada yang emasnya hilang, ada yang kecelakaan, ada yang ini itu. Aku pun mengalami itu, berdarah-darah malah ujiannya. Sedih, kecewa, itu hal biasa. Percayalah "setelah kesulitan akan ada kemudahan." Hadapi dengan ridho ujian kita masing-masing. Terus berusaha untuk selalu bersabar dan bersyukur. 

Sekian tulisanku kali ini. Tidak ada maksud apa pun selain berbagi informasi. Semoga bermanfaat, terutama bagi yang akan ikut tes CPNS 2019. SEMANGAT!

oh iya, numpang promosi novel terbaruku. Ini dia novel ketiga yang akan cetak tahun ini.

WIDOWS: Salah Satu Film Bagus 2018



Sumber gambar: Wikipedia
     Aku bukan pegawai XXI, bukan pula agen pemasaran dari Hollywood, apalagi produsernya. Aku cuma penonton jelata dari film dengan judul “Widows”. Sebagai penonton biasa aku sangat, saNGAT, SANGAT merekomendasikan film WIDOWS. Film ini baru rilis di Indonesia kemarin, tanggal 07 Desember 2018. Aku yang sudah kepincut sama trailernya, malam tadi langsung ngajak suami nonton. Beruntungnya kami, ternyata ada promo setiap hari Jumat untuk pemilik kartu debit BNI yakni buy one get one. Btw, aku juga bukan team marketingnya BNI. Aku cuma pengin berbagi pengalaman. Promo ini bisa kalian klik di cinemaXXI.com (Promo berlaku hingga April 2019). 
  
Film Widows merupakan adaptasi dari buku, disutradarai oleh McQueen yang pernah menyabet Oscar untuk filmnya yang berjudul 12 Years a Slave (2013). Penulis naskah Widows adalah McQueen dan Gillian Flyn. Kalau kalian pernah baca atau nonton Gone Girl pasti udah enggak ragu lagi sama kemampuan Flyn dalam meramu cerita drama misteri yang plot-nya tak tertebak sampai akhir cerita. Begitu pun film Widows ini. Kolaborasi McQueen dan Flyn berhasil membuat setiap percakapan dan adegan dalam film tak ada yang bisa dilewatkan. Ibaratnya kalau mendaki gunung, ini film track-nya nanjak terus, nggak ada bonus. Sekali meleng, kamu bakal kehilangan bagian penting dalam film. Apalagi di tengah-tengah cerita akan ada kejutan super duper tak terduga. Kece banget pokoknya nih film.
     Menurutku efek kejutan dalam film juga salah satu pertimbangan cerdas McQueen dalam memilih pemeran. Jadi ada salah satu tokoh yang selama ini identik dengan peran yang kebapakan, tanggung jawab, cinta keluarga, dan baik hati lalu tiba-tiba kita sadar McQueen tengah menipu kita. Tokoh yang baik hati tadi itu ternyata adalah dalang dari segala penderitaan para Janda yang berakibat juga pada serangkaian pembunuhan sebelum pemilu. Penggabungan antara konfilk keluarga, politik, ekonomi, ras, dan mafia selalu menjadi kombinasi yang sempurna.
    Kualitas akting para pemain juga tidak diragukan lagi. film ini bisa dibilang bertabur bintang di antaranya ada, Viola Davis, Michelle Rodriguez, Elizabeth Debicki (sepanjang nonton film aku selalu teringat tokoh Sansa Stark GOT kalau lihat Elizabeth), Cyntia Erivo, Collin Farrel, Liam Neeson, dan sederet tokoh yang rasa-rasanya adalah penduduk negeri “Wakanda Forever”. Bagiku yang cuma penonton jelata, akting mereka udah tanpa cela.
     Terakhir, bagi para penggembar film berjenis drama, kejahatan, thriller, dan penuh ketegangan wajib hukumnya nonton film ini mumpung baru tayang di bioskop. Jangan sampai menyesal karena untuk film sebagus ini kurang puas rasanya kalau sekadar nonton di laptop atau tv. Kalau yang merasa isi dompet pas—pasan buat nunggu 12.12 termakan promonya terereeeteetreeeetttt blackpink! Tenang, inget promo hari Jumat tadi itu lho, buy one get one.
Ini dia trailernya.
https://www.youtube.com/watch?v=nN2yBBSRC78

Sekadar info, novel-ku di Wattpad dengan judul Pangeran Senja, udah tamat lho… Klik aja:
https://www.wattpad.com/645344452-pengeran-senja-tamat-prolog


Pilihan Transportasi dari Banjarnegara ke Surakarta




Salah satu pertanyaan orang yang hendak merantau biasanya adalah “Kalau mau ke sana enaknya naik apa ya?” Maksud kata “enak” tersebut adalah kaitannya dengan tingkat kenyaman, waktu, dan biaya. Setiap orang tentu memiliki pertimbangan masing-masing. Nah, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang berbagai transportasi yang bisa digunakan dari Kabupaten Banjarnegara ke Kota Surakarta (Solo) atau pun sebaliknya.
Pada tahun 2011, teman-teman saya kebanyakan melanjutkan kuliah di Jogja atau Semarang mengikuti jejak para kakak kelas. Oleh sebab itu sangat sedikit atau bahkan waktu itu tidak ada kakak kelas yang dapat dimintai informasi tentang kehidupan di Solo. Ditambah saya tidak punya sanak saudara di sana dan baru pernah sekali ke kota itu saat masih siswa SD. Jadi saya kira informasi berikut ini dapat membantu para perantau dari Banjarnegara yang hendak ke Solo. Ada 6 opsi transportasi yang pernah saya coba dari Banjarnegara menuju Solo.
1.      Jasa travel
Naik mobil jasa travel merupakan pilihan paling aman dan nyaman untuk pemula. Mobil travel tentu mau mengantar penumpangnya tepat di tempat tujuan. Hanya saja travel dari Banjarnegara ke Solo saat itu (tahun 2011/2012) hanya ada 1 pemberangkatan, yakni jam 07.00, itu pun harus mengantar dulu penumpang tujuan Jogja. Nanti dari Jogja ke Solo hanya ada 2-3 penumpang saja. Perjalanan menggunakan travel sekitar 8 jam karena sampai Solo biasanya sudah jam 15.00. Saya menggunakan jasa travel hanya ketika masih mahasiswa baru. Durasi yang terlalu lama membuat saya tidak lagi memilih travel. Saat itu biaya jasa travel sekitar Rp 70.000-90.000.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJXZYk0v3OImqk2YNCKyBQDk_uEcX4dwVR6489PxAqIc7tpaJ-Z6tgoYlspIDt2DobZPw3U-20hbAruY8Qbx-GGOBVYkIId1rTg-VkZ6ka-pIU3lFQ11XKKzGM_qE1irseWzq3ZiLt6ZZy/s1600/alamattravel+alamat+travel.jpg

2.      Bus PO Handoyo jurusan Purwokerto-Malang
Bus Handoyo jurusan Purwokerto-Malang ada yang lewat terminal Banjarnegara. Ada dua jam keberangkatan bus ini, yakni pukul 15.00 dan 15.30. Nantinya sampai di Terminal Tirtonardi Solo sekitar pukul 22.00, jadi waktu perjalanannya kurang lebih 7 jam. Busnya ber-AC dan nyaman, jenis bus eksekutif. Tarif dari Banjarnegara-Solo adalah Rp 70.000 (2013-2017). Bus Handoyo ini nanti rutenya juga lewat Jogja, dan akan berhenti sejenak di agen Wonosobo, agen Temanggung, dan juga Terminal Secang untuk ISOMA waktu magrib. Nah, dari terminal Tirtonardi ke daerah kampus bisa dengan ojek, taksi, transportasi online atau minta dijemput kawan.
Image result for po handoyo banjarnegara-solo
Add caption

3.      Bus jurusan Purwokerto-Solo
Bus kelas ekonomi ini hanya ada satu keberangkatan, yakni jam 07.30 dari Terminal Banjarnegara. Waktu tempuhnya yakni 7 jam, sedangkan tarifnya Rp 50.000 (tahun 2014).
 4.      Bis jurusan Purwokerto-Semarang, dilanjutkan jurusan Semarang-Solo
Bus kelas ekonomi ini ada setiap jam, bahkan ada yang bilang beroperasi 24 jam. Jika hendak ke Solo, maka bilang ke kondektur hendak turun di terminal Bawen. Nanti dari terminal Bawen pindah Bus jurusan Semarang Solo. Tarif dari Banjarnegara-Bawen yakni Rp 35.000 sedangkan Bawen-Solo Rp 15.000 (2013-2016). Durasi waktunya juga sekitar 7 jam.
Image result for bus jurusan purwokerto-solo
Purwokerto-Bawen
Image result for bus jurusan bawen-solo
Bawen-Solo

5.      Kereta Api dari stasiun Purwokerto
Di Banjarnegara tidak ada stasiun kereta. Jika ingin naik kereta harus ke Kota Purwokerto dulu. Butuh waktu 2 jam untuk ke Purwokerto dengan transportasi umum bus jurusan Wonosobo-Purwokerto dengan tarif Rp 20.000. Dari Terminal Purwokerto bisa naik Gojek (tahun 2017 Purwokerto sudah ada Gojek lho) ke Stasiun Purwokerto. Buka aja alamat web https://tiket.kereta-api.co.id lalu pilihlah kereta api sesuai keinginan saudara menuju Solo Balapan atau Puwosari.
Image result for kereta api purwokerto-solo
Add caption
6.      Kendaraan Pribadi
Wah, kalau dengan kendaraan pribadi kita bisa memuaskan diri menikmati pemandangan alam selama perjalanan Banjarnegara-Solo. Di daerah Temanggung, kita akan melewati jalan berkelok-kelok di antara Gunung Sindoro-Sumbing. Pemandangan alamnya sangat indah, perkebunan teh dan sayur terbentang di kanan-kiri jalan. Kalau cuacanya cerah, Sindoro-Sumbing akan tampak menawan di samping kanan dan kiri. Tidak hanya itu, setelah Temanggung bila lewat jalur Kopeng, kita juga akan disuguhi lereng Gunung Merbabu beserta siluet Gunung Merapi di sampingnya. Dijamin perjalanan tidak akan membosankan. Waktu tempuh dengan kendaraan pribadi hanya sekitar 4-5 jam. Kalau perjalanannya malam hari, pemandangan yang indah tadi justru akan terlihat menyeramkan lho ya.

CATATAN TAMBAHAN:
Sekarang sudah ada bus Eka dan Sugeng Rahayu jurusan Purbalingga-Surabaya lewat Banjarnegara. Setiap hari ada total 6 keberangkatan dari pukul 08.00 sampai pukul 15.00
Harganya Rp. 70.000 total perjalanan 5-7 jam tergantung kecepatan bus dan tingkat kemacetan.

Image result for jalan temanggung antara sindoro sumbing
Merbabu-Sindoro (Temanggung)



Image result for pemandangan jalan kopeng
Jalan lereng Merbabu (Kopeng)
nb: sumber foto berasal situs google.com